Nuquart

Informasi Menarik dan Pilihan

RSU Haji Surabaya: Mengintip Gejala dari Hepatitis B

RSU Haji Surabaya: Mengintip Gejala dari Hepatitis B

Nuquart – Hepatitis B merupakan peradangan yang terjadi di organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi ini tidak dapat bertahan lama dan akan sembuh tanpa melakukan penanganan di RSU Haji Surabaya. Cara penularan penyakit ini dengan kontak seksual dengan berganti pasangan hubungan seks, berbagi jarum suntik yang terkontaminasi penderita hepatitis B, kontak dengan jarum suntik tidak sengaja dan ibu dan bayi sedang hamil saat persalinan.

RSU Haji Surabaya

Berikut adalah gejala dari penyakit hepatitis B diantaranya:

  • Sering merasa mual hingga muntah, hal ini disebabkan oleh kenaikan produksi asam lambung. Ketika hati mendapat gangguan dari virus akan terjadi kerusakan sel yang membuat kerja hati tidak berfungsi dengan normal dan dampaknya pada produksi getah empedu dan muntah pada penyakit ini terasa sangat pahit dan beraroma menyengat khas asam warna gelap kekuningan.
  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan, diakibatkan asam lambung tinggi membuat perut terasa penuh dan jarang merasa lapar sehingga akan menurunkan nafsu makan yang diikuti dengan penurunan berat badan sehingga tubuh membutuhkan nutrisi dan makan teratur.
  • Terserang flu, mengalami kepala pusing, mudah ngantuk, badan meriang dan penderita perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.
  • Mudah lelah dan nyeri badan, hal ini diakibatkan fungsi hari menurun sehingga zat-zat yang tidak seharusnya masuk dalam darah malah ikut dalam darah.

Selain itu, terjadi nyeri perut pada bagian kanan atas terutama sekitar hati saat ditekan. Nyeri ini meradang sehingga rongga perut mendapatkan tekanan. Penderita juga akan mengalami diare karena organ hati memegang penting dalam proses pencernaan dan diare ini lebih berlangsung dalam waktu lama. Ketika fungsi hati melemah maka vitamin A tidak tersimpan dan kebutuhan vitamin untuk mata tidak terpenuhi dengan baik. Terjadi juga pembengkakan karena peradangan hati berlanjut dan membuat produksi cairan memenuhi perut dan menyebabkan buncit.

Berikut adalah tips merawat penderita penyakit hepatitis B diantaranya:

  • Beristirahat untuk mempertahankan energi, dengan mengurangi beban kerja dan menghindari kegiatan yang membuat tubuh stress dan penderita tidak perlu terbaring dan tetap mengoptimalkan istirahat sebelum melakukan aktifitas.
  • Konsumsi makanan yang bervariasi, meskipun mengalami penurunan nafsu dan coba memberikan makanan dengan porsi sedang saat makan dan pastikan menggunakan konsumsi bervariasi dari makanan pokok, lauk dan sayur juga buah.
  • Hindari alkohol dan obat yang tidak diperlukan, karena alkohol akan menyebabkan hati sulit memproses dan akan menambah kerja hati dan menambah kerusakan.

Penderita hepatitis B dapat juga mengonsumsi makanan sehat seperti kayu manis pada hidangan minuman maupun makanan. Dapat juga mengonsumsi wortel untuk mengembalikan fungsi hati yang mulai rusak dapat sehat kembali. Kacang kedelai dengan kandungan protein untuk campuran makanan kinerja hati lebih baik. Bayam dan kubis untuk menjaga kesehatan hati dan membersihkan dari racun.

Sebagai penderita untuk mengendalikan keinginan menggaruk sehingga penderita perlu menggunakan pakaian dari katun. Perlu juga mencatat obat dan vitamin maupun suplemen yang perlu dikonsumsi sesuai resep dari RSU Haji Surabayadengan tepat waktu dan dosis yang dianjurkan. Hindari penderita dari zat kimia yang bahaya terhirup seperti cat, thinner, lem atau produknya lainnya yang memiliki efek toksik di hati dan jangan memberi makanan laut mengandung vibrio vulnificus yang menghasilkan racun pada hati.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *